Yahudi

Penduduk Madinah terdiri dari bangsa Arab dan kaum yahudi. Sebagian besar penduduk Madinah adalah muslim yang disebut sahabat Anshar. Sebagian kecil penduduk adalah orang yang tidak beriman. Kaum yahudi tergolong kaum yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Kaum yahudi

Kaum yahudi hidup berdampingan dengan kaum muslimin di Madinah. Rasulullah tahu, orang-orang yahudi sangat membenci Islam. Namun, beliau mengijinkan mereka tinggal di Madinah asal tidak mengganggu kaum muslimin.

Rasulullah membuat perjanjian dengan kaum yahudi. Perjanjian tersebut menyatakan bahwa yahudi dan kaum muslimin tidak boleh saling mengganggu. Jika Madinah diserang musuh, maka orang-orang yahudi harus ikut mempertahankan kota.

Kaum yahudi menyetujui perjanjian itu. Mereka  berjanji tidak akan melanggarnya. Maka jadilah Madinah kota yang makmur dengan kehidupan yang tenang dan harmonis. Yahudi akan hormat kepada setiap kaum muslimin yang melintas dan tidak akan mengganggu atau diganggu. Kepemimpinan kota dipegang sendiri oleh beliau Rasulullah.

Penghianatan Yahudi

Pada tahun kedua Hijrah, terjadilah perang Badar Kubra. Kaum muslimin berperang melawan pasukan kafir qurasiy. Allah memenangkan kaum muslimin.

Orang-orang yahudi tidak senang dengan kemenangan ini. Mereka takut, Islam semakin besar dan kuat. Mereka berencana untuk menghancurkan kaum muslimin dari dalam.

Seorang Yahudi mendekati sekelompok kaum muslimin Anshar yang sedang duduk bermajelis. Da menceritakan kembali permusuhan suku Aus dan Khazraj pada masa jahiliyah. Cerita itu berhasil membangkitkan kebencian antara bani Aus dan Khazraj. Kedua belah pihak segera mengambil senjatanya untuk berperang. Namun, Rasulullah berhasil mendamaikan kedua golongan tersebut.

Baca juga : PERANG BADAR, Kemenangan di Bulan Ramadhan

Kebencian kaum yahudi semakin menjadi. Suatu hari, ada seorang wanita muslimah sedang berbelanja di pasar. Orang-orang yahudi mendekatinya lalu memaksanya untuk membuka jilbabnya. Kejadian ini diketahui oleh seorang laki-laki muslim. Ia membela si wanita. Namun, orang-orang yahudi justru membunuh laki-laki muslim itu. Inilah awal pengkhianatan yahudi kepada Rasulullah dan kaum muslimin.

Seorang kafir qurasiy menyelinap masuk ke kota Madinah. Dia mengajak kaum yahudi untuk bersatu melawan kaum muslimin. Mereka membakar kebun-kebun kurma kaum muslimin. Mereka juga membunuh pemilik kebun yang sedang berada di kebun.

Saat terjadi perang Khandaq, kaum yahudi memberontak dari dalam. Pasukan qurasiy mengepung Madinah dengan 10.000 orang pasukan. Orang-orang yahudi siap memerangi kaum muslimin dari dalam kota. Mereka berjumlah 700 orang.

Jadilah kaum muslimin dalam posisi sulit. Mereka mendapatkan dua serangan dari depan oleh pasukan qurasiy dan dari belakang oleh pasukan yahudi. Namun Allah menolong Rasulullah dan kaum muslimin. Dengan siasat jitu, Rasulullah menghancurkan persekutuan quraisy dan yahudi. Akhirnya, pasukan quraisy kalah dan melarikan diri. Sedangkan orang-orang yahudi diusir dari Madinah.

Itulah sifat orang-orang yahudi. Mereka selalu berdusta dan berkhianat. Mereka tidak senang dengan islam. Mereka selalu memusuhi kaum muslimin sampai kaum muslimin keluar dari islam dan mau mengikuti agama mereka.