Yakin terhadap rezeki dari Allah

illustrasiAllah Maha kaya dan sang Pengatur rezeki. Allah memberikan rezeki kepada siapa yang dikehendaki. Ada yang dikasih banyak, ada yang sedikit. Setiap manusia dan hewan sudah memiliki jatah rezeki masing-masing. Kita harus yakin bahwa Allah telah menetapkan rezeki bagi kita; makanan kita, pakaian dan uang.

Seperti keyakinan Abdurrahman bin Auf, Beliau sangat yakin kepada rezeki Allah. Ketika Rasulullah berhijrah ke Madinah, Abdurrahman ikut. Abdurrahman adalah pedagang yang kaya. Ia membawa semua harta kekayannya ke Madinah. Namun, di tengah perjalanan, Beliau di hadang oleh pembesar Quraisy. Mereka merampas semua kekayaan Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman bin Auf membiarkan hartanya dan melanjutkan hijrah.

Di Madinah, Abdurrahman dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Arabi. Sa’ad memberikan sebagian hartanya kepada Abdurrahman. Namun Abdurrahman bin Auf menolak dan hanya minta ditunjukkan dimana letak pasar. Abdurrahman ingin berdagang.Di pasar, Abdurrahman bin auf mulai berdagang. Kepandaian Abdurrahman bin Auf dalam berdagang membuatnya sukses di pasar. Dalam sekejap, Beliau telah menjadi pedagang besar.

Beberapa waktu berlalu, Abdurrahman bin Auf kembal menjadi saudagar kaya.Dengan kekayaannya, Abdurrahman bin Auf gemar berinfak. Beliau tidak pernah khawatir miskin saat berinfak. Beliau pernah berinfak 4000 dinar atau senilai 8.5 Milyar rupiah. Beliau juga pernah berinfak 500 ekor kuda dan unta. Membelikan 30.000 rumah untuk fakir miskin yang belum memiliki rumah.Demikianlah, abdurrahman adalah hartawan yang dermawan. Beliau selalu yakin, Allah yang mengatur rezeki. Jika berinfak di jalan Allah, Allah pasti akan mengganti. Ganti dari Allah bisa berupa harta yang banyak di dunia atau pahla yang besar di akhirat.

Kita harus mencontoh keyakinan sahabat mulia Abdurrahman bin Auf. Selalu yakin bahwa Allah adalah Maha pemberi rezeki. Kita tidak perlu khawatir tidak mendapatkan rezeki. Asalkan giat berusaha dan bekerja, rezeki pasti akan kita dapatkan. Kita juga tidak perlu khawatir saat berinfak. Insyaallah uang atau benda yang kita infakkan akan diganti oleh Allah dengan sesuatu yang lebih baik.