Al Jabbar, Dzat Yang Maha Memaksa

Al Jabbar, Dzat Yang Maha Memaksa

“Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)

Di antara asmaul Husna adalah “Al-Jabbar”. Al-Jabbar adalah salah satu nama yang menunjukkan sifat Allah yaitu Maha Kuasa. Al-Jabbar mengandung makna bahwa kekuasaan Allah tidak tertandingi. Manusia dan seluruh alam, mau tidak mau pasti tunduk di bawah kekuasaan Allah.

 

Baca Juga: Al Aziz, Dzat Maha Perkasa

 

Tidak ada yang bisa mencegah kehendak Allah. Misalnya, Allah berkehendak menguji atau menghukum manusia dengan banjir, badai angin, dan tanah longsor, tak satu pun manusia mampu menahannya.

Saat banjir, air hujan mengucur deras hingga membuat sungai meluap dan terjadilah banjir. Manusia bisa berusaha selamat dari banjir, namun tidak ada yang mampu menahan adanya banjir. Tidak ada yang mampu menahan air hujan. Jika Allah berkehendak hujan, maka hujan tetap akan turun.

Saat akan terjadi tanah longsor, manusia tidak mampu mencegah. Manusia hanya bisa membuat hutan menjadi lebat dan tidak mudah longsor. Membangun tembok agar gunung tidak longsor. Namun saat Allah menghendaki longsor, hujan akan melongsorkan tanah, meskipun sudah dihalangi dengan tembok penahan.

Musim kemarau, penghujan, musim panas, dingin, semi dan gugur datang atas kehendak Allah. Manusia tidak mampu mengubah musim. Jika pun manusia mampu mengubah musim, pasti akan terjadi kekacauan di muka bumi.

Begitulah kekuasaan Allah “Al-Jabbar”. Dzat yang Maha kuasa lagi memaksa hambanya untuk tunduk pada aturan-aturanNya. Mengimani asmaul husna Al-Jabbar ini akan membuat kita pasrah dan tunduk pada kekuasaan Allah.