Hancurnya Benteng Yahudi di Khaibar

Hancurnya Benteng Yhudi di Khaibar

Orang-orang Yahudi Madinah tak pernah ridha dipimpin oleh Nabi Muhammad. Mereka selalu memusuhi Nabi dan kaum muslimin. Mereka membujuk orang-orang munafik agar meragukan islam. Mereka juga bersekutu dengan kaum musyrikin Quraisy memerangi kaum muslimin.

Rasulullah dan kaum muslimin pun memerangi kaum yahudi. Kaum muslimin berhasil menguris orang-orang Yahudi keluar Madinah. Orang-orang Yahudi tercerai berai. Sebagian besar mereka lalu tinggal di wilayah Khaibar.

Khaibar merupakan perkampungan subuh yang penuh kebun kurma. Terletak di utara Madinah. Perkampungan itu dikelilingi benteng-benteng pertahanan yang berlapis-lapis.

Rupanya, orang-orang Yahudi masih menyimpan dendam kepada Rasulullah dan kaum muslimin. Di Khaibar, mereka mengumpulkan kekuatan untuk memerangi kaum muslimin. Mereka memperkuat benteng-bentengnya hingga sulit dimasuki oleh musuh. Mereka bersekutu dengan musuh-musuh Islam lainnya. Saat itu, kekuatan yahudi Khaibar berjumlah 10.000 orang.

Rasulullah pun memerintahkan pasukan kaum muslimin untuk memerangi kaum Yahudi di Khaibar. Pada bulan Muharram tahun ketujuh Hijriah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memimpin 1.400 pasukan kaum muslimin menuju Khaibar. Mereka berangkat dengan penuh keyakinan terhadap janji Allah yang akan menganugerahkan kemenangan bagi kaum muslimin.

Sebelum subuh Rasulullah bersama pasukannya tiba di dekat Khaibar. Mereka membuat kemah di tempat yang agak jauh dari benteng Khaibar. Di tempat ini, Rasulullah

berdoa, “Ya Allah! Rabb tujuh langit beserta apa yang berada di bawah naungannya. Rabb tujuh bumi beserta apa yang dikandungnya. Dan Rabb setan-setan serta apa yang disesatkannya. Sungguh kami memohon kepada-Mu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya, dan kebaikan apa yang ada di dalamnya. Kami juga berlindung kepada-Mu dari keburukan desa ini, keburukan penduduknya, dan keburukan apa yang ada di dalamnya.”

Kedatangan pasukan Islam tidak diketahui penduduk Khaibar. Maka, ketika orang-orang Khaibar melihat pasukan kaum muslimin sudah tiba, mereka pun terkejut dan ketakutan. Mereka bergegas memasuki benteng-benteng dalam keadaan takut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allahu Akbar, binasalah Khaibar. Sesungguhnya jika kami datang di tempat musuh maka hancurlah kaum tersebut.”

Rasulullah menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai panglima pasukan. Dengan gagah berani, pasukan kaum muslimin menaklukan satu demi satu benteng-benteng di Khaibar. Hingga tersisa benteng-benteng utama, yaitu benteng Qamush, benteng Wathih, dan benteng Salalim.

Rasulullah memerintahkan pasukan Islam mengepung benteng-benteng ini dengan ketat. Setelah beberapa hari dikepung, Yahudi Khaibar pun menyatakan menyerah. Mereka menawarkan perundingan. Orang-orang Yahudi meminta tidak dijatuhi hukuman mati, wanita dan anak-anak tidak ditawan, serta mereka siap meninggalkan Khaibar dengan seluruh keluarga mereka dengan meninggalkan semua harta dan kekayaan mereka. Rasulullan pun menyetujui hal itu. Namun, siapa pun yang melanggarnya akan dijatuhi hukuman berat.

Kemenangan kaum muslimin ini adalah pemenuhan janji Allah. Kaum muslimin semakin kuat di wilayah Arab. Kaum Yahudi kehilangan kekuatannya dan menjadi kaum yang terhina. Kaum Quraisy di Makkah pun kehilangan sekutunya.