Sama Shalatnya, Beda Pahalanya

Shalat Berjamaah

Shalat adalah ibadah utama bagi umat Islam. Ibadah yang pahala dan keutamaannya sangat besar. Shalat memiliki keutamaan yang lebih besar, jika dilakukan dalam beberapa keadaan ini.

 

Shalat Berjamaah di Masjid

Shalat lima waktu wajib dilaksanakan setiap muslim. Bagi laki-laki, shalat lima waktu lebih utama dilaksanakan secara berjamaah di masjid. Shalat di masjid lebi baik 27 derajat daripada shalat sendirian.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat jamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari, dan Muslim)

 

Shalat di Shaf Pertama

Orang yang shalat di shaf pertama lebih utama daripada orang yang shalat di shaf belakang, apalagi terlambat datang shalat berjamaah.

Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الصَّفِ الأَوَّلِ أَوْ الصَّفُوْفِ الأَوَّلِ

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang di shaf pertama, atau di beberapa shaf yang awal.” (HR. Ahmad)

 

Berangkat Shalat Jumat di awal waktu

Orang yang datang ke masjid lebih awal akan mendapatkan pahala yang lebih banyak dibandingkan orang yang datang setelah khatib mulai berkhutbah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

“Barangsiapa mandi pada hari jumat sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berkurban dengan seekor unta. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kedua maka dia seolah berkurban dengan seekor sapi. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) ketiga maka dia seolah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) keempat maka dia seolah berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kelima maka dia seolah berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam sudah keluar (untuk memberi khuthbah), maka para malaikat hadir mendengarkan dzikir (khuthbah tersebut).” (HR. Bukhari, dan Muslim)

 

Shalat di masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi

Shalat di masjid Al-Haram di Makkah dan di Masjid Nabawi, Madinah memiliki keutamaan daripada shalat di masjid lainnya.

Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad, dan Ibnu Majah)

 

 

Baca Juga: Shalat Sunnah Rawatib